Monday, December 19, 2011

Pertama Periksa Kehamilan

20 Dec 2011. Hari Juma tanggal 16 Dec 2011 kemarin Ibu periksa kehamilan di Klinik dekat UNIQLO. Perkiraan lahir pertengahan agustus 2012. Biaya periksa 6000 Yen. Ibu dianter oleh Akiko-san.

Monday, December 12, 2011

Dare San

13 Dec 2011. Hari ini hasil test air seni menunjukkan ibu hamil. Alhamdulillah. Subhanalloh walhadulillah walaailahaillallohu Allohuakbar

Monday, November 28, 2011

Ibu ke Appuru Haisha

28 Nopember 2011. Pagi ini akhirnya ibu berhasil periksa ke dokter gigi, Appuru dianter ayah ama lulu. Mas zia dan mas ata sekolah. Ibu ternyata tidak kena caries gigi melainkan radang karena gigi seri bawahnya goyang melulu karena susunan gigi. Makanya gigi ibu dikikir agar rata.Kemudian ibu dirontgent lalu di ukur karang gigi nya. Kemudian diberi obat kumur dan nebus obat di apotik Yamane Kutsuriya antibiotik dan anti sakit. Mas zia sorenya lanjut periksa gigi. Gigi geraham kanan bawah ditreatment, disuntik bius, lalu di suruh gigit permen karet. Sepertinya untuk buat cetakan gigi logam. Anak umur 6-7 tahun serpeti mas zia saa ini saatnya melakukan periksa gigi sebab gigi susu (kids tooth) mulai copot dan akan tumbuh gigi dewasa. Gigi dewasa ini sekali tumbuh gak bakal tukbuh lagi alias akan digunakan seumur hidup. Jadi harus rajin sikat gigi. Mumpung di Jepang, harus periksa gigi, karena pake askes Jepang.

Friday, November 18, 2011

19 Nopember 2011. Zia dan Ata akhirnya bisa sekolah di Jepang. Zia di Hirakawa Shogakko dan Ata di Hirakawa Yochien. Anak-anak sangat senang dan enjoy. Lulu juga sekolah playgroup 1 hari di Hirakawa Shogakko. Pengalaman anak menuturkan bahwa Bahasa menjadi kendala yang significant karena menyebabkan komunikasi antar teman dan ortu-sensei tidak lancar, sehingga untuk selanjutnya hal ini perlu diperhatikan. Sekolah di Japan sangat disiplin. Namun begitu kekeluargaan juga sangat terjaga. Anak2 disini diajari mandiri misalnya Zia punya giliran untuk shoji, menyiapkan makan siang untuk temennya (menjadi koki). terus berangkat dan pulang sekolah jalan kaki. Anak di Jepang jalan kaki meskipun dia kelas 1 padahal jarak rumah ke sekolahnya 3-4 km. Ini bisa terwujud karena mereka berangkat-pulang bersama-sama dan situasi diperjalanan relative aman. Orang dewasa sangat menghormati anak-anak sekolah. Kegiatan fisik lebih banyak daripada sekolah di Indonesia sehingga anak-anak diharapkan mempunyai fisik kuat agar dapat menyerap pelajaran dengan baik. "Di dalam badan yang sehat terdapat jiwa yang kuat". Di Jepang pembangunan SDM berbeda dari teori umum planologi/development, bahwa untuk daerah terpencil, yang dibangun pertama kali adalah rumah sakit bukan jalan. Prinsipnya adalah badan sehat dulu baru bisa melakukan apa saja. Kalau fisik sudah lemah, kemampuan belajar dan produktivitas berkurang.

Kemarin Zia cabut gigi di Apuru haisha. Karena gigi Zia sering sakit. Mumpung di Jepang dan ada askes serta gigi Zia masih gigi susu (kids tooth) jadi masih sempet tumbuh sekali lagi. Menurut gambar rontgen, jelas sekali terfoto gambar gigi yang mau tumbuh.